PMK Simulator - Simulasi Penyebaran PMK

Tentang Aplikasi

PMK Simulator adalah aplikasi untuk simulasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK/FMD) pada populasi ternak di Kabupaten Sukabumi.

Fitur Utama:

  • Input data populasi ternak dan lokasi peternakan (4 tipe: Household, Communal, Commercial, Market)
  • Simulasi penyebaran penyakit dengan model SEIRDVX stokastik
  • Strategi kontrol: vaksinasi, depopulasi, pembatasan pergerakan, pengaturan hari pasar
  • Visualisasi hasil simulasi dengan animasi interaktif
  • Analisis epidemiologi komprehensif

Metodologi

1. Model Epidemiologi: SEIRDVX

Aplikasi menggunakan model kompartemen SEIRDVX yang terdiri dari 7 status:

  • S (Susceptible): Peternakan rentan terhadap infeksi
  • E (Exposed): Peternakan terpapar tetapi belum infeksius (masa inkubasi)
  • I (Infected): Peternakan terinfeksi dan dapat menularkan penyakit
  • R (Recovered): Peternakan sembuh dan kebal terhadap infeksi
  • D (Detected): Subset dari Infected yang terdeteksi (probabilitas deteksi)
  • V (Vaccinated): Peternakan yang divaksinasi (subset dari Susceptible)
  • X (Depopulated): Peternakan yang didepopulasi/dimusnahkan

2. Transmisi Penyakit

Probabilitas transmisi bergantung pada beberapa faktor:

  • Jarak: Transmisi menurun secara eksponensial dengan jarak (exp(-distance/10))
  • Tingkat Transmisi (β): Parameter dasar penularan (0-1)
  • Status Deteksi: Kasus terdeteksi menularkan 50% lebih sedikit
  • Vaksinasi: Mengurangi kerentanan berdasarkan efikasi vaksin
  • Pembatasan Pergerakan: Mengurangi kontak antar peternakan (0-100%)
  • Hari Pasar: Market hanya menularkan pada hari operasional (1-7 hari/minggu)

Formula: P(transmisi) = β × exp(-distance/10) × reduction_factors

3. Strategi Kontrol

Ring Vaccination:
  • Vaksinasi dalam radius tertentu dari kasus terdeteksi
  • Efikasi vaksin dapat disesuaikan (50-95%)
  • Delay implementasi (0-14 hari)
Pre-emptive Culling:
  • Depopulasi dalam radius dari kasus terdeteksi
  • Radius dapat disesuaikan (0.5-5 km)
  • Delay implementasi (0-7 hari)
Movement Restriction:
  • Pembatasan pergerakan ternak (0-100%)
  • Mengurangi probabilitas transmisi secara keseluruhan
Market Control:
  • Pengaturan frekuensi operasional pasar (1-7 hari/minggu)
  • Market hanya dapat menularkan pada hari operasional

4. Simulasi Stokastik

Simulasi menggunakan pendekatan stokastik dengan multiple iterations:

  • Setiap iterasi menghasilkan hasil yang berbeda (variabilitas alami)
  • Hasil akhir berupa rata-rata dan confidence interval dari semua iterasi
  • Jumlah iterasi dapat disesuaikan (10-1000, disarankan 100-500)
  • Durasi simulasi dapat disesuaikan (30-365 hari)

5. Wilayah Geografis

Simulasi menggunakan wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat:

  • Wilayah: Kabupaten Sukabumi (47 kecamatan)
  • Provinsi: Jawa Barat, Indonesia
  • Batas administratif: Poligon kecamatan dari data GeoJSON
  • Market ditempatkan di pusat kecamatan utama (maksimal 5 lokasi)
  • Visualisasi: Peta dengan batas kecamatan

6. Output dan Analisis

Aplikasi menghasilkan berbagai output untuk analisis:

  • Grafik SEIRDVX: Dinamika semua kompartemen dari waktu ke waktu
  • Kurva Epidemi: Jumlah terinfeksi per hari dengan confidence interval
  • Statistik Ringkasan: Total terinfeksi, durasi wabah, hari puncak, dll
  • Peta Interaktif: Visualisasi spasial penyebaran dengan animasi
  • Distribusi Hasil: Histogram variabilitas hasil simulasi

7. Validasi dan Keterbatasan

Validasi:
  • Model dapat dikalibrasi dengan data outbreak real
  • Parameter dapat disesuaikan berdasarkan literatur ilmiah
  • Hasil dapat dibandingkan dengan outbreak historis
Keterbatasan:
  • Model adalah simplifikasi dari realitas kompleks
  • Tidak memodelkan heterogenitas detail (topografi, iklim, dll)
  • Tidak memodelkan pergerakan ternak individual
  • Tidak memodelkan faktor sosial-ekonomi detail
  • Hasil harus diinterpretasikan dengan hati-hati dan dikonsultasikan dengan ahli

Referensi: Model terinspirasi dari literatur epidemiologi veteriner dan InterSpread Plus (ISP).

Version: 1.4.5 | Last Updated: 2024-12-12

Input Data Peternakan

Upload Data Peternakan

Format: farm_id, x_coord, y_coord, cattle_count, farm_type

Parameter Populasi

Data Peternakan

Parameter Simulasi

Parameter Epidemiologi

Strategi Kontrol


Pengaturan Simulasi


Hasil Simulasi

Kurva Epidemi (Infected)

Grafik SEIR (Semua Kompartemen)

Distribusi Hasil Simulasi

Statistik Ringkasan

Peta Penyebaran Penyakit

Kontrol Animasi